Lepaskan Perempuan dari Belenggu Tradisi di Revolusi Industri 4.0 – Satuan Resimen Mahasiswa (Satmenwa) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Putri pada 16-18 November. Acara ini merupakan salah satu rangkaian agenda dies natalis UGM ke-69.

Dengan tema “Peran Wanita dalam Ketahanan Nasional pada Era Revolusi Industri 4.0”, acara ini bertujuan meneguhkan posisi wanita di Indonesia saat ini.

Acara ini dibuka pada hari Jumat (16/11) dengan Seminar Nasional dengan topik sesuai tema acara di Balai Senat UGM. Seminar ini diisi oleh Kepala Dewan Pertimbangan Presiden, Prof. Sri Adiningsih sebagai pembicara utama.

Hadir sebagai narasumber Hendri Saparini (Komisaris Utama PT. Telkom Indonesia Tbk.), Prof. Armaidy Armawi (Kepala Prodi S2 Ketahanan Nasional), serta Fernandez Hutagalung (Staf Khusus Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak RI).

Pada Sabtu (17/11), acara dilanjutkan dengan Sharing Tokoh dan Achievement Movement Training di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni dan Budaya Yogyakarta. Lalu Minggu (18/11), acara ini ditutup dengan Field Trip di Malioboro dan Benteng Vredeburg.

Peserta acara ini adalah enam puluh mahasiswi berasal dari berbagai kampus di Indonesia. Mereka hadir atas undangan Satmenwa UGM.

Esti Fatimah, selaku penanggung jawab acara mengungkapkan latar belakang terselenggaranya acara ini terkait situasi era Revolusi Industri (RI) 4.0 sekarang. Dilansir dari berita resmi UGM, menurut Esti, era ini menyadarkan peran wanita itu tidak hanya mengikuti laki-laki.

“RI 4 .0 melepaskan wanita dari belenggu tradisinya. Pada saat bersamaan, era ini juga membuka peluang bagi wanita lebih merefleksikan dirinya untuk ikut aktif berperan dalam kehidupan,” jelas mahasiswa Jurusan Sosiologi UGM angkatan 2016 ini.

Esti berharap para peserta dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari pelatihan ini. Utamanya adalah penguatan karakter serta kemampuan memimpin diri sendiri di era RI 4.0 ini.

“Kita menghadirkan tokoh-tokoh nasional ini dengan harapan untuk memberi inspirasi kepada para peserta tentang perjuangan perempuan di masa kini,” pungkasnya.

Sumber: bahasainggris.co.id