Pengaruh Gadget Pada Kesehatan Mata Anak – Saat ini tidak dapat dimungkiri, gawai (gadget) mempunyai pengaruh besar terhadap pertumbuhan anak. Orang tua usahakan merealisasikan peraturan ketat tentang pemakaian gawai pada anak.

Jika digunakan tidak berlebihan, gawai mempunyai sifat positif untuk pemakainya, tidak sedikit informasi yang dapat dicari melewati gawai. Sedangkan, andai anak terlampau lama bermain gawai, dia bakal ketergantungan dan tidak jarang merasakan gangguan penglihatan.

Dokter Spesialis Mata RS Mata Aini dr Prima Retnosuri SpM menuliskan bahwa gawai sebetulnya adalah suatu peranti yang mempunyai tujuan, di antaranya ponsel, laptop, komputer, dan televisi.

“Gadget pun punya manfaat, yakni lebih gampang memecahkan sebuah masalah, menciptakan anak beranggapan kritis, menajamkan imajinasi, menambah daya kreativitas, memperluas wawasan, dapat tahu apa yang anak mau, tapi mesti didampingi, lihat apa yang inginkan mereka mau,” ujar dr Prima.

Dia menuturkan, gawai juga dapat sebagai media pengalih perhatian dan menyenangkan untuk anak belajar seraya bermain. “Namun, terdapat bahaya gadget secara umum, laksana speech delay atau keterlambatan bicara. Penggunaan gadget pada anak 0-6 tahun menambah risiko speech delay serta dapat merusak fokus belajar dan mengakibatkan obesitas,” ungkap dr Prima.

Ada pun bahaya lainnya. Contohnya, bila dipakai secara terus-menerus, lagipula sebelum tidur, anak akan keletihan dan menciptakan mereka susah tidur, pun sulit bersosialisasi, menyerahkan efek keletihan pada mata, mata bakal jadi kering, kelainan refraksi laksana mata minus.

“Tanda-tanda gangguan penglihatan pada anak seringkali seperti mata berair dan pedih serta pandangan buram. Tanda untuk anak yang umurnya lebih kecil, dia suka berkedip atau kucek mata, sakit kepala, pegal di wilayah tengkuk dan leher,” papar dr Prima.

Dia mengatakan, ada sejumlah solusi untuk meminimalisir bahaya gawai pada mata anak. Pertama, batasi pemakaian, ikuti aturan 20 : 20 : 20, yakni pada penyampaian gawai 20 menit, istirahatkan mata 20 detik untuk menyaksikan sejauh 20 feet atau 6 meter, tersebut akan menghilangkan lelah pada mata, kemudian cukupkan berkedip.

Dr Prima pun memaparkan bahwa pada anak umur 0-2 tahun usahakan sama sekali tidak diberi gawai, anak umur 3-5 tahun maksimal 1 jam sehari, umur 6-12 tahun maksimal 2 jam, umur 13-18 tahun maksimal 3 jam sehari, atur pun jarak antara gawai dan mata.

“Sebaiknya letakkan gadget lebih rendah dari elevasi mata, penyinaran ruangan pun berpengaruh, tidak boleh main gadget di lokasi gelap dan atur level penyinaran layar, atur seminimal barangkali karena tersebut memberikan pengaruh besar,” papar dr Prima. Dia menyarankan supaya anak lebih tidak jarang bermain di luar ruangan sebab sinar matahari pagi bagus guna mata.

“Harusnya anak mulai umur 3 tahun mulai periksa kesehatan terus-menerus sekitar setahun sekali. Jika terdapat kelainan pun harus lebih intensif,” kata dr Prima.

Baca Juga: