Pengertian dan Sejarah Lompat Galah

Pengertian dan Sejarah Lompat Galah
Pengertian dan Sejarah Lompat Galah

1. Pengertian Lompat Galah

Pengertian Lompat Galah adalah suati event dimana seseorang melakukan lompat tinggi yang dibantu dengan mengunakan galah / tongkat panjang yang fleksibel (saat ini tiang lompat galah banyak dibuat dari fibreglass dan carbon fiber) dengan tujuan untuk melewati mistar. Tujuannya adalah untuk melompat yang setinggi-tingginya.

Lompat Galah atau Pole Vault ini merupakan olahraga lompat yang menggunakan galah, dipercaya telah ada sejak zaman dahulu. Simak Sejarah Lompat Galah pada artikel dibawah ini.

 2. Sejarah Lompat Galah

Sejarah Lompat Galah dipercayai berasal dari Benua Eropa tepatnya dari Provinsi Friesland di Negeri Belanda. Pada zaman dahulu galah dipergunakan sebagai alat untuk melompati dan melewati rintangan alam seperti sungai dan rawa-rawa.
Negara Belanda memang merupakan negara yang daratannya banyak yang berada dibawah laut. Sehingga tidak heran apabila di negara ini banyak terdapat sungai dan danau. Akibatnya tentu saja masyarakat Belanda harus menyeberangi sungai atau danau tadi untuk bepergian.
Masyarakat Belanda pada zaman itu selalu menyimpan galah sebagai alat untuk melompat dan menyeberangi rintangan alam hingga dikenalah istilah Fierljeppen atau lompat galah danau. Sebelum cara melompat rintangan dengan galah ini diperlombakan, ketinggian tidaklah menjadi perhitungan.
Pertandingan lompat galah tercatat didalam buku The Mechanics of the Pole Vault karya Richard Ganslen yang melaporkan bahwa London Gymnastic Society dibawah Professor Voelker held melakukan pengukuran pada event lompat galah pada tahun 1826, pada waktu itu dengan  melibatkan 1.300 partisipan mencatat ketinggian hingga 10 ft 10 in (3,3 m).
Pada zaman dahulu olahraga lompat galah ini menggunakan galah yang terbuat dari bambu dan alumunium. Penggunaan galah fleksibel yang terbuat dari fibreglass dan serat karbon  mulai dikenalkan pada tahun 1950an.  Olahraga lompat galah memang membutuhkan keahlian dan kekuatan fisik seperti kecepatan, kelincahan dan kekuatan. Namun hal tersebut tidaklah cukup, untuk mencapai tinggi yang maksimal dibutuhkan galah yang fleksibel dan kuat.
Baca Artikel Lainnya: