Mengenal Laporan Praktikum Penggembalaan dalam Hutan

Mengenal Laporan Praktikum Penggembalaan dalam Hutan
Mengenal Laporan Praktikum Penggembalaan dalam Hutan

Tujuan

  1. Mengenal bentuk penggemabalaan dalam hutan
  2. Mengenal kerusakan pada tanaman hutan dan tanah
  3. Mengenal bentuk bentuk kerusakan lahan atau tanaman oleh gulma, pencurian, penggarapan lahan secara liar

Dasar Teori

Dampak Negatif Penggembalaan dalam Hutan

Penggembalaan juga dapat menganggu dan menghambat pertumbuhan tanaman, baik pada tanaman muda maupun tanaman yang sudah melewati masamuda. Tanaman muda sangat peka terhadap penggembalaan karena tajuknya masih rendah dan batangnya masih lemah sehingga mengakibatkan daun rusak sampai gundul, kulit batang terkelupas dan akar tanaman mengalami luka-luka. Hal ini yang akan memicu timbulnya serangan patogen (Utami dan Wahyu, 2009).

Efek negatif terutama terjadi ketika terjadi penggembalaan yang berlebihan (overgrazing) sehingga menyebabkan erosi tanah dan menurunkan kuantitas dan kualitas air di dalam tanah dan permukaan, serta hilangnya keragaman hayati. Contoh historis penggembalaan berlebihan diikuti dengan konversi lahan menyebabkan berkurangnya populasi chaparral dan hutan hingga 70 persen. Penggembalaan dan konversi lahan yang masih terjadi di tempat tersebut semakin mengancam kawasan hutan California (Hogan, 2008).

Pengembangan padang penggembalaan maupun pengembangan hijauan sebagai daya dukung pengembangan peternakan masih sangat sulit diimplementasikan karena beberapa faktor penghambat (Abdullah et al., 2005), diantaranya:
1. Keterbatasan areal pengembangan karena kompetisi lahan yang tersedia dengan pengembangan tanaman perkebunan, kehutanan, maupun tanaman pangan yang lebih diprioritaskan.
2. Berkurangnya areal padang penggembalaan akibat kebutuhan  pengembangan kawasan industri maupun perumahan penduduk.
3. Masih rendahnya dinamika bisnis hijauan pakan sehingga tidak mendorong pengembangan sentra-sentra produksi hijauan.

Peternakan lepas merupakan juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya degradasi lahan, karena faktor-faktor sebagai berikut:
1) Penginjakan  atau  trampling  yang  terjadi  seiring  dengan  gerakan  ternak  menyebabkan  lahan berkemiringan tinggi mudah erosi
2) Pembakaran untuk memicu pertumbuhan rumput pada musim kemarau menyebabkan lahan terbuka pada musim hujan
3) Perenggutan (browsing) menyebabkan anakan jenis-jenis pohon sulit tumbuh dan bahkan mati
4) Pembuatan pagar kayu untuk melindungi tanaman dari ternak lepas yang berperilaku sebagai hama menyebabkan banyak pohon harus ditebang
5) Pemangkasan jenis-jenis pohon-pohon tertentu untuk diambil  daunnya sebagai  pakan pada musim kemarau menyebabkan naungan berkurang dan pohon mati sehingga lahan menjadi terbuka (Kote, dll, 2016).

Dampak Positif Penggembalaan dalam Hutan

Penggembalaan dapat memberikan manfaat bagi tanah dan keragaman hayati karena memberikan kesempatan spesies tertentu untuk tumbuh. Selain itu, urin dan kotoran hewan ternak yang digembalakan mampu menyuburkan tanah dan mengembalikan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Kotoran ternak juga menyumbang manfaat bagi serangga dan mikroorganisme yang mendiami habitat wilayah penggembalaan; serangga dan mikrorganisme tersebut mampu mendekomposisi sampah organik dengan cepat. Peningkatan kadar organik tanah juga mampu meningkatkan kualitas air tanah karena berfungsi sebagai penyaring air yang akan masuk ke dalam tanah (Anonymous, 2008).

 

Baca Artikel Lainnya: