Harus Menghidupi Keluarganya, Ali Tetap Bisa ke Belanda

Harus Menghidupi Keluarganya, Ali Tetap Bisa ke Belanda
Harus Menghidupi Keluarganya, Ali Tetap Bisa ke Belanda

Kisah dramatis lainnya yang ada dalam buku 20 Kisah Perantau Ilmu adalah dari Ali Abdillah.

Alumnus UI yang menimba ilmu master di Leiden Law School, Belanda tersebut mengatakan, untuk menggapai mimpinya Ali harus menghadapi kenyaatan bahwa dialah sekarang yang menjadi kepala keluarga setelah ayahnya meninggalkan dia dan keluarganya dua tahun sebelumnya.

Praktis urusan pemasukan rumah tangga berada di pundak Ali. Di sini mimpi Ali diuji

dalam merealisasikan mimpi ayahnya untuk kuliah di luar negeri. Masalah boleh datang tapi ikhtiar tidak akan pernah bisa mengkhianati orang yang telah berusaha mati-matian.

’’Belajar di sela-sela waktu bekerja itu pasti, tinggal bagaimana kita harus disiplin,’’ papar Ali dalam launching buku 20 Kisah Perantau Ilmu oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) pada Jumat (2/10) lalu.

Lain dengan Ali, Ulfa Ryn pelajar jurusan Software Engineering, UteM, Malaysia

mendapatkan kendala restu dari orang tua. Tetapi Ulfa bukanlah orang yang gampang mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Seribu satu cara telah difikirkan matang-matang olehnya.

Alhasil summer course, conference, dan exchange program telah membawanya menjejakkan kaki di universitas-universitas di luar eropa tanpa harus melanggar janji terhadap orang tua-nya. (*)

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/jenis-jenis-kata.html