Anak Sulit Masuk Sekolah Tujuan, Wali Murid Ingin Cabut Pendaftaran

Anak Sulit Masuk Sekolah Tujuan, Wali Murid Ingin Cabut Pendaftaran
Anak Sulit Masuk Sekolah Tujuan, Wali Murid Ingin Cabut Pendaftaran

Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tingkat SMA/SMK

berlanjut Selasa (4/7). Pada hari kedua, antusiasme lulusan SMP sederajat yang ingin mendaftar ke sekolah negeri menurun.

Berdasar pantauan di laman resmi PPDB 2017, ada beberapa sekolah yang pendaftarnya terus mengalir. Sebagian besar sekolah berada di zona II. Yakni, SMAN I Manyar, SMAN I Gresik, dan SMAN I Kebomas. Di SMAN 1 Gresik, jumlah pendaftar hari pertama di atas 500 calon siswa. Pada hari kedua, jumlahnya tidak sampai seratus. Hal serupa dialami sekolah lain.

Sekolah tersebut tidak hanya diserbu siswa dari kawasan perkotaan. Siswa dari wilayah pinggiran

juga mendaftar meski jumlahnya sedikit. ”Kami tetap mengingatkan soal zona sekolah. Zona jadi pertimbangan besar kelulusan,” ujar Kasi Pembelajaran SMA/SMK Cabang Dispendik Wilayah Gresik Rita Rianan.

Dia menambahkan, jatah siswa untuk luar zona hanya sekitar 1 persen. Jika hendak bersaing, nilainya harus benar-benar tinggi. Apalagi, sudah ada tiga wali murid yang datang ke Kantor Cabang Dispendik Wilayah Gresik untuk mencabut pendaftaran.

Wali murid melihat anaknya sulit masuk sekolah tujuan. Mereka sudah mendaftar secara online. ’

’Katanya pengin mengganti PIN. Ya sulit lah,” ujar operator PPDB online Kantor Cabang Dispendik Wilayah Gresik Sabarudin.

Menurut dia, pendaftaran hanya bisa dilakukan sekali. Artinya, peluang calon siswa masuk sekolah negeri sudah tertutup jika tidak lolos di dua pilihan sekolah. Sabarudin menambahkan, aduan lain muncul dari siswa di kawasan selatan. Penyebabnya, dia salah memasukkan data. Padahal, dia sudah melakukan pendaftaran. ’’Seharusnya dia memasukkan nilai ujian nasional (unas). Namun, yang dimasukkan nilai unas rata-rata siswa seluruh sekolah,” tutur Sabarudin.

Menurut dia, persoalan terjadi karena siswa gugup dan kurang memahami sistem. Saat ini problem tersebut masih dicarikan solusi. Operator dari ITS yang ditempatkan di Kantor Cabang Dispendik Wilayah Gresik juga berupaya memecahkan masalah itu. ’’Semoga problem masih bisa teratasi,” katanya.

Kepala SMAN I Kebomas Nurus Shobah menjelaskan, pelaksanaan PPDB online hari kedua terpantau lancar. Keluhan server tak muncul. Meski begitu, seluruh sekolah tetap siaga.“Kami sebenarnya menyiapkan komputer untuk daftar online. Namun, siswa lebih suka login mandiri,” ujar Nurus yang juga kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Gresik.

Dia menjelaskan, sekolah sudah menyiapkan panitia untuk PPDB. Tugasnya memberikan masukan terkait aduan.Nurus menambahkan, sejauh ini tak ada masalah dengan persoalan zonasi. Kebijakan anyar bisa dipahami masyarakat. Sebab, tujuannya memang untuk memeratakan pendidikan.

 

Sumber :

https://www.storeboard.com/blogs/education/material-about-building-a-beam-room/965003