Edukasi Pendidikan Antikorupsi, Jaksa Masuk Sekolah

Edukasi Pendidikan Antikorupsi, Jaksa Masuk Sekolah
Edukasi Pendidikan Antikorupsi, Jaksa Masuk Sekolah

Generasi muda dituntut untuk menjadi generasi antikorupsi. Untuk menyiapkan itu semua,

diperlukan pengenalan sejak dini seputar tindak pidana korupsi agar siswa mampu memahami dan mengerti seluk beluk tentang pelenggaran hukum tersebut. Berangkat dari sana, Lewat program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menyelenggarakan seminar Pembinaan Masyarakat Taat Hukum di SMAN 9 Bandung, Jalan LMU Suparmin, Kota Bandung, Kamis, 15 November 2018.

Jaksa Fungsional Bidang Intelejen Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Suhardi Rusdi menuturkan, materi yang disampaikan kepada siswa adalah pengenalan tindak pidana korupsi. “Kita beri pengantar mengenai pengertian tindak pidana koruspi, faktor apa saja penyebabnya, apa resikonya dan bagaiamana penanggulangannya. Kita berusaha mengenalkan sedini mungkin agar mereka teredukasi dan dapat mengindarinya,” tutur Suhardi.

Suhardi juga mengatakan, dalam jangka waktu ke depan, lembaga pendidikan

bisa mulai merumuskan kurikulum pendidikan yang didalamnya berisi tentang materi pengenalan tindak pidana korupsi seperti yang telah diterapkan di beberapa universitas. “Banyak para ahli yang merekomendasikan sebaiknya pendidikan korupsi masuk di kurikulum sekolah, entah itu sekolah menengah pertama atau atas. Tetapi tingkatannya hanya dalam tahap pengenalan saja. Saya kira itu bisa jadi bahan pertimbangan,” katanya.

Salah satu peserta, Hana Abigail mengaku mendapatkan wawasan baru seputar tindak

pidana korupsi dari kegiatan tersebut. “Kita jadi tahu bagaimana caranya menghindari perbuatan buruk seperti itu (korupsi), juga teredukasi sama hal-hal yang belum pernah kita pelajari,” tutur siswa kelas XII IPS 3 tersebut.

Hal senada pun diucapkan oleh Sheren Audia. Dia mengatakan kegiatan tersebut mampu menjadi tumpuannya untuk bersikap. “Kita kan anak muda yang masih labil, jadi penting banget adanya penyuluhan ini. Kita mulai tahu apa-apa yang baik dan buruk buat kita,” tutur Sheren. ***

 

Baca Juga :