Smart Hidroponik Vertikal, Bercocok Tanam Melalui Internet

Smart Hidroponik Vertikal, Bercocok Tanam Melalui Internet
Smart Hidroponik Vertikal, Bercocok Tanam Melalui Internet

Pernah merasa gusar saat meninggalkan rumah dalam waktu yang lama? Salah satu penyebabnya, ada tanaman yang harus disiram secara rutin. Enggak mungkin, kan, tanaman dibawa serta?

Siswa SMK Jawa Barat punya solusinya. Karya siswa Teknik Komputer Jaringan SMK Kosgoro Kota Bogor berhasil menciptakan Smart Vertikal Hidroponik. Karya ini merupakan media tanam yang penyiramannya diatur otomatis menggunakan koneksi internet dan dipamerkan dalam EPITECH XII di Garut pada 12-15 November 2018.

Salah satu Guru SMK Kosgoro, Maulana Adi menuturkan, proyek ini merupakan inovasi yang dilakukan oleh siswanya yang terinspirasi dari divisi pelestarian di lingkungan sekolahnya.

“Awalnya dari sana, sekolah kerepotan kalau misalnya harus menyiram tanaman setiap hari, jadi para siswa berinovasi untuk memanfaatkan internet dalam proses perawatan tanaman,” ucap Adi.

Adi menjelaskan, Smart Vertikal Hidroponik menggunakan media internet

sebagai transmeter penerima data, sedangkan instruksinya diunggah lewat website. Misalnya ketika berada di luar kota, tanaman dapat disiram dengan memanfaatkan gawai.

“Dengan syarat, baik di rumah maupun gawai yang kita pegang memiliki koneksi internet,” tutur Adi.

Komposisi alatnya sendiri terdiri dari media taman hidroponik, kata Adi, adalah Not MCU sebagai kompi penerima data, inkubator dan pupuk cair. Adi mengatakan, meski belum masif, produk SMK ini sudah dalam proses pemasaran.

“Kita menerima pesanan, meskipun belum bisa banyak, tapi pernah ada beberapa yang memesan. Kisaran harga tergantung panjangnya media tanam, tapi normalnya bisa sampai Rp 3 jutaan,” kata Adi.

Sebagai media tanam, alat ini mampu menumbuhkan berbagai macam bibit tanaman

. Semua bibit dapat dipakai, tapi biasanya dipakai untuk menanam sayuran, karena hasilnya bagus dan banyak.

“Dan bisa juga untuk tanaman hias jika hanya sebagai pajangan,” ungkapnya.

Dari inovasi tersebut, produk SMK Kosgoro ini didapuk sebagai juara pertama dalam ajang Indosat Wireless Inovation yang bertaraf nternasional pada 2017 lalu.

Ke depannya, alat ini akan dikembangkan lagi teknologinya.

Selain dapat disiram otomatis via internet, SMK Kosgoro juga sedang merancang formula agar alat mampu mendeteksi suhu dan kelembaban tanah.

“Jadi kalau misalnya cuaca sedang hujan, mesin akan otomatis mati karena keadaan tanaman sudah basah,” ucap Adi.***

 

Sumber :

https://egriechen.info/sejarah-kerajaan-majapahit/