Profesionalitas Guru SMK Diharap Mampu Menjawab Tantangan Teknologi

Indonesia ketika ini masih kelemahan sekitar 159.000 guru vokasi di sekian banyak wilayah. Tidak melulu segi kuantitas, profesionalitas guru bidang vokasi juga di anggap masih kurang.

Hal ini ditandai masih tingginya guru bidang vokasi belum mempunyai sertifikat pendidik dan sertifikat kompetensi keahlian.

Hal ini dikatakan Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran, dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti dalam pendahuluan “Seminar Nasional Inovasi Pembelajaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bidang Vokasi” di Serpong, Tangerang Selatan (10/09/2019).

Padahal, Paristiyanti mengemukakan sertifikasi pendidik menjadi indikator bahwa guru itu telah ditetapkan layak dan lolos uji kompetensi menjadi guru profesional. Di sisi lain, sertifikat kompetensi kemahiran menjadi indikator guru vokasi tersebut berpengalaman dalam suatu bidang vokasi.

Seminar nasional ini dihadiri 63 Wakil Rektor I Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Penyelenggara PPG, 63 Koordinator PPG, 43 Wakil Direktur Bidang Kerja sama Politeknik Negeri, serta 31 Kepala Sekolah Mitra PPG ( SMK).

Dari seminar ini diinginkan mampu dan mengembangkan inovasi pembelajaran di SMK melewati peranan yang dipunyai masing-masing pemangku kepentingan sampai-sampai lulusan SMK bakal siap kerja dalam kompetisi dunia industri.

Paristiyanti pun menyatakan dengan semakin bergaungnya isu Revolusi Industri 4.0, dibutuhkan inovasi supaya para calon guru profesional telah terpapar semenjak dini bakal teknologi informatika dan bagaimana memakai teknologi dalam proses pembelajaran.

Seminar ini format pengembangan dari peran Kemenristekdikti melewati Ditjen Belmawa dalam pemenuhan guru bidang vokasi cocok Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2017 mengenai Standar Pendidikan Guru (SNPG).

Program ini diperuntukkan untuk lulusan yang mempunyai latar belakang beragam, yaitu: alumni S-1 Kependidikan atau S-1 Non Kependidikan atau D-4 (yang belum/tidak menjabat sebagai guru sekolah).

Melalui PPG Prajabatan, diinginkan dapat mencetuskan guru yang profesional cocok dengan pertumbuhan revolusi Industri 4.0.

Profesionalitas guru di Indonesia diinginkan mampu membalas tantangan peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi yang dominan pada evolusi pola pembelajaran serta menambah kreativitas murid dalam pembelajaran sampai-sampai lulusan SMK dapat memiliki kemahiran sesuai dengan pertumbuhan industri.

https://isitup.org/www.pelajaran.co.id