Stop Valentine, Orang Tua Harus Awasi Putra-putrinya

Stop Valentine, Orang Tua Harus Awasi Putra-putrinya
Stop Valentine, Orang Tua Harus Awasi Putra-putrinya

SUMUR BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung melarang siswa agar tidak merayakan Hari Kasih Sayang

atau Hari Valentine. Kadisdik Kota Bandung Elih Sudiapermana mengaku, dirinya telah menerbitkan surat edaran (SE) yang dikirim ke seluruh sekolah mulai tingkat SD hingga SMP baik negeri maupun swasta.

Dalam surat edaran bernomor 421/0726-Disdik itu melarang kegiatan Hari Valentine bagi siswa baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Selain itu, Disdik Kota Bandung juga mengimbau orang tua untuk mengawasi putra putrinya terkait perayaan Hari Valentine. ”Itu imbauan untuk orang tua agar bisa mengawasi anak-anaknya,” ujar Elih kemarin (13/2).

Menurut Elih, pelarangan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan pendidikan karakter Bandung Masagi dan menjaga kekhasan pelajar di Kota Bandung yang berbudaya Sunda. Selain itu juga untuk menjaga norma-norma yang berlaku di Indonesia.

”Kalau sekolah secara institusi memang hanya melakukan kegiatan perayaan yang secara resmi

sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari-hari yang diperingati,” tandasnya.

Elih menambahkan, konsep kasih sayang dalam pendidikan itu harus terjadi setiap hari. Baik diantara guru, teman. Menurutnya, Valentine bukanlah hari yang spesial yang dirayakan pada waktu tertentu.

Perayaan Hari Valentine, kata Elih, bukan budaya Indonesia ataupun Islam. Jika dirayakan maka menjadi budaya meniru yang seolah dijadikan kebiasaan. Dengan begitu, ujar dia, tidak lagi mengandung makna kasih sayang. Namun hanya menjadi ajang ikut-ikutan pada trend saat ini.

”Oleh karena itu kita imbau anak anak untuk membaca historisnya. Jadi jangan hanya kaena mode

kemudian dijadikan kebiasaan,” ujarnya.

Dia menambahkan imbauan larangan ini dikeluarkannya agar tidak terjadi acara-acara yang menuai kontra. Sebab berdasarkan pengalaman tahun lalu, pihaknya melihat perayaan Hari Valentine sebagai kegiatan yang heboh dan cenderung dirayakan dengan cara-cara negatif seperti seks bebas, pesta pesta dengan pakaian kurang senonoh ataupun minum-minum.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/