Singapura Ambil Langkah Untuk Tingkatkan Minat Baca Yang Masih Kurang

Guna melatih kebiasaan membaca semenjak dini, Dewan Perpustakaan Nasional Singapura atau National Library Board (NLB) Singapore mempermaklumkan program Read at School untuk anak-anak umur 7 sampai 12 tahun.

Kepala NLB Singapura Tan Huism menyatakan pencanangan program tersebut ialah untuk mengakomodir keperluan generasi milenial.

“Ini sebab generasi milenial dirasakan adalahorang-orang yang beranggapan cepat dan tidak jarang kali berkembang mengekor perubahan,’ kata Tan Huism di Rapat Kerja Pusat IPI XXII dan Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia di Batam.

Kendati demikian, kata dia, minat baca generasi itu terbilang masih kurang, bahkan sulit menyuruh mereka untuk mendatangi perpustakaan. Oleh sebab itu, sangatlah penting meluangkan layanan khusus untuk generasi tersebut semenjak dini.

“Makanya, demi menyokong jalannya program tersebut, NLB mengajarkan semua orang tua dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kemampuan literasi, sehingga mereka bisa memberi bacaan yang tepat guna anak,” ujar Tan Huism seperi dalam penjelasan tertulisnya.

Tak melulu itu, lanjut an Huism, terdapat pula program Sure, Understand, Research, and Evaluate (SURE) yang diperuntukkan untuk segala usia.

Program yang sudah berjalan semenjak tahun 2013 ini bertujuan memberi pengetahuan soal validasi informasi, terutama yang berasal dari internet.

Khusus SURE, NLB bekerja dengan Kementerian Pendidikan supaya program itu berjalan dengan baik.

Adapun tahapan tersebut di antaranya memasukkannya ke dalam kurikulum sekolah, mengirim pustakawan ke sekolah, dan memasukkan informasi di website web dengan teknik yang bervariasi dan menarik.

Lebih lanjut Tan Huism mengatakan, untuk mencapai khalayak luas, pihaknya berkolaborasi dengan serikat pekerja, sukarelawan, sekolah pelatih, bahkan militer.

Tan menambahkan, bukanlah tugas yang gampang dalam mencapai milenial, namun NLB bakal terus membuat strategi untuk mencapai mereka.

“Pustakawan dituntut untuk mengolah pola pikir mereka dengan mempelajari kemampuan baru.” pungkas Tan.

Sumber : http://www.kfi.ky.gov/_layouts/FormServer.aspx?XsnLocation=https://www.pelajaran.co.id