Pengukuran Kadar Sedimen Suspensi

Pengukuran Kadar Sedimen Suspensi
Pengukuran Kadar Sedimen Suspensi

Umumnya material angkutan sedimen berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) dan dari palung sungai itu sendiri.

Berdasarkan mekanisme pergerakannya angkutan sedimen dibedakan atas:

Angkutan sedimen melayang/sedimen suspensi, merupakan partikel sedimen yang bergerak melayang didalam air dan terbawa oleh aliran sungai
Angkutan sedimen dasar/Bed load, merupakan pertikel sedimen yang bergerak tidak jauh dari dasar sungai dan bergerak secara bergeser, merayap, menggelinding atau meloncat.
Pengukuran sedimen suspensi bertujuan agar supaya dapat menentukan konsentrasi sedimen dan kuantitas angkutan sedimen persatuan waktu pada suatu lokasi dan waktu tertentu, dan dapat menentukan besarnya endapan dalam hubungannya dengan angkutan sedimen tersebut. Pengukuran sedimen suspensi dilakukan dengan cara mengambil sampel/contoh air dan membawa ke laboratoriun untuk dapat diketahui konsentrasi sedimen dalam satuan mg/liter atau ppm (part per million), selain itu dalam analisa laboratorium dapat diketahui Berat Jenis (BD) dan besaran ukuran butir. Untuk dapat mengetahui kandungan sedimen (dalam satuan ton/hari) maka selain data hasil pemeriksaan laboratorium pada saat yang bersamaan perlu dilakukan pengukuran debit/aliran sungai.

2. Pemilihan Lokasi Pengambilan Sample
Lokasi pengambilan sedimen sebaiknya sama dengan lokasi pengukuran debit pada pos duga air atau mengikuti persyaratan sbb:

a) Pada lokasi disekitar pos duga air dimana tidak ada perubahan profil melintang yang menyolok, penambahan atau pengurangan debit aliran sungai.

b) Profil sungai tidak menunjukan indikasi dalam waktu dekat akan pindah atau berubah

c) Distribusi garis aliran merata dan tidak ada aliran yang berputar, sebaiknya aliran tidak terbagi-bagi karena ada batu-batu besar.

d) Aliran tidak terganggu akibat sampah atau tanaman air,

e) Tidak terletak pada lokasi dimana terjadi peninggian muka air akibat pengaruh arus pasang surut air laut.

f) Tidak terletak pada atau dekat dengan lokasi pertemuan sungai atau disekitar lokasi bangunan pengairan

g) Tidak terletak pada lokasi yang terpengaruh oleh adanya aliran lahar/air terjun.

h) Sebaiknya profil melintang sungai dapat menampung debit aliran sungai pada saat banjir (tidak meluap keatas bantaran sungai).

3. Cara Pengambilan Sample Sedimen Suspensi
Jumlah sampel sedimen suspensi yang harus dikumpulkan pada waktu tertentu harus direncanakan dengan baik terutama persiapan yang perlu dilakukan mengingat kondisi lapangan dan keselamatan kerja.

Sebaiknya pengambilan sampel sedimen suspensi dilakukan pada saat banjir atau pada saat debit tinggi.

Gambar 1 – Pengambilan sampel sedimen suspended

Gambar 2 – Sedimen sampler

3.1 Point Integrated
Cara ini dimaksudkan untuk mendapatkan konsentrasi sedimen pada suatu titik dari suatu vertikal/raai. Umumnya cara ini dilakukan pada sungai yang lebar dan dengan penyebaran konsentrasi sedimen yang bervariasi.

Pelaksanaan kegiatan dilapangan

a) Rencanakan pada penampang melintang sungai berapa jumlah vertikal/raai pengukuran yang akan dilakukan.

b) Sebaiknya jarak antara raai adalah sama, agar supaya konsentrasi sedimen dan kecepatan aliran pada masing-masing raai yang berdekatan mempunyai perbedaan yang kecil.

c) Dalam satu raai, pengambilan sampel sedimen dilakukan pada beberapa titik kedalaman dengan mengunakan alat integrated sampler.

d) Perlu pengukuran kecepatan aliran disetiap titik pengambilan sampel sedimen untuk mengetahui waktu yang diperlukan untuk mengambil sampel sedimen.

3.2 Depth Intergreted
Pengambilan sampel sedimen dengan cara ini adalah untuk mengetahui kadar sedimen rata-rata untuk satu vertikal/rai. Pelaksanaan pengambilan dengan cara ini adalah menggerakkan (menurunkan atau menaikan) alat pengambil sedimen dari atas permukaan air sampai mancapai dasar sungai dan menaikkan kembali hingga mencapai permukaan air kembali harus dengan kecepatan gerak alat yang sama. Waktu yang diperlukan untuk menurunkan dan menaikkan alat pengambil sampel ditentukan berdasarkan kecepatan aliran rata-rata pada lokasi pengambilan sampel sedimen dan “Nosel” yang dipasang pada alat tersebut.

Gambar 3 – Hubungan antara lamanya waktu pengisian botol sampel dengan kecepatan alairan rata-rata serta ukuran diameter

Dengan cara ini maka pada setiap vertikal/raai, sampel suspensi ditampung dalam satu (1) botol.

Sumber : http://alprostadil-mx.info/best-universities-for-education-degrees-2019/