Contoh Pidato Israel – Palestina

Contoh Pidato Israel - Palestina
Contoh Pidato Israel – Palestina

Bukan main. Meski panggung politik di Iran dalam tiga tahun terakhir ini tak pernah sepi dari polemik dan cek-cok antara kelompok kanan yang dicap konservatif dan kiri yang disebut reformis, perhatian segenap segmen masyarakat dan elemen kekuasaan di Iran ternyata masih tajam mengawasi gerak gerik musuh besar Islam, AS dan Israel. Walaupun tak segemuruh krisis politik di Indonesia, rivalitas antar elit politik di Iran kadang sampai membuat gamang para simpatisan Iran di dalam dan di luar negeri. Betapa tidak, apa yang terjadi di Indonesia juga pernah terjadi di Iran. Pengerahan massa relawan untuk menghadapi massa mahasiswa yang reformis dan saling tuduh berbuat makar antar elit politik juga pernah terjadi di negeri Mullah ini. Entah bagaimana, konflik seperti itu satu demi satu reda sebelumnya menyusul konflik lainnya di kemudian hari. Dan isu yang sekarang masih ada adalah penangkapan beberapa orang-orang yang didakwa pelaku makar atau bughat (menurut istilah yang baru dipopularkan para kiai NU) oleh kelompok kanan yang menguasai instansi-instansi hukum (yudikatif), sementara kelompok kiri yang menguasai ekskutif dan legislatif menganggapnya sebagai move politik menjelang pemilihan presiden, meski para tersangka itu bukan fungsionaris partai-partai mereka.

Uniknya, konflik internal itu ternyata tak membuat perhatian mereka buyar di depan gerak-gerik musuh Iran yang juga mereka pastikan sebagai musuh Islam. Tak kurang, angkatan bersenjata Iran yang konon masih kekanan-kananan belum lama ini menghajar basis-basis kelompok oposisi Iran Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) di Irak dengan puluhan rudal Scud yang pernah populer pada Perang Teluk awal tahun 90-an. Semua fraksi politik di Iran menyetujui serangan terhadap kelompok yang disepakati sebagai organisasi teroris dan pengkhianat bangsa itu, meski serangan itu terpaksa melanggar wilayah teritorial Irak dan membuat rezim Bagdad geram.

Kini,

giliran parlemen Iran Majlis Syura Islam, yang kiri, reformis, dan kerap dianggap lunak dan kompromistis di depan musuh, itu bikin hajatan yang jauh lebih besar, hajatan yang mematok harga mati berupa resistensi dan bahkan perang untuk Israel dan AS. Hajatan yang entah menelan biaya berapa juta dolar ini mendatangkan para delegasi dari seluruh negara-negara Islam, termasuk Indonesia dan Malaysia, untuk sebuah konferensi akbar, selain juga melibatkan para pimpinan dari seluruh fraksi pejuang Palestina. Dari Indonesia hadir para Ketua Fraksi DPR RI. Tujuan hajatan berupa International Conference on Palestinian Intifada ini tak tanggung-tanggung; memobilisasi bangsa-bangsa muslim untuk bersatu menghabisi Israel yang dibeking AS. Caranya ialah dengan membantu secara lebih kongkret para pejuang anti Zionisme yang berada di front terdepan, khususnya rakyat Palestina, dan mungkin juga milisi Islam Hizbullah di Libanon, setelah KTT Arab di Amman, Jordania, beberapa waktu lalu tidak membuahkan hasil yang memuaskan para pejuang Palestina.

Banyak yang mengharapkan konferensi ini bisa membuahkan hasil kongkret yang menambah ketegaran intifadah Palestina. “Kita jangan hanya bisa mengobral kata-kata.” Tandas DR. Nur Iskandar Alberson, pembicara dari Indonesia yang fasih membacakan teks makalah berbahasa Arab di podium.

Di lain pihak, Jubir Deplu AS Philipe Reeker, seperti dilaporkan United Press dari New York, saat menanggapi isi pidato peresmian Konferensi Teheran memastikan akan mencatat nama-nama organisasi dan negara yang menghadiri konferensi ini dalam daftar dan laporan tahunan AS mengenai para pendukung terorisme. Laporan ini dijadwalkan akan keluar pekan depan.

Konferensi yang sudah diupayakan gagal oleh Washington dan Tel Aviv ini dimulai hari Selasa 24 April 2001 di Teheran dan dibuka dengan Pidato Rahbar alias Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei. Berikut ini adalah hasil terjemahannya:

Sumber : https://sorastudio.id/