Setelah Realme, Siapakah Game Changer Berikutnya?

Setelah Realme, Siapakah Game Changer Berikutnya
Setelah Realme, Siapakah Game Changer Berikutnya

Prediksi bahwa vendor-vendor China semakin meraksasa telah terbukti

. Sepanjang kuartal kedua tahun ini, brand-brand China telah menguasai empat dari lima besar vendor smartphone di pasar domestik.

Menurut laporan Counterpoint, penjualan smartphone di Indonesia tumbuh 6% year-on-year (YoY) selama periode tersebut. Hal itu terutama didorong oleh gencarnya aktifitas promosi selama bulan Ramadan, baik di saluran online maupun offline.

Selama periode tiga bulan, yakni April hingga Juni 2019, lima vendor teratas di Indonesia menurut Counterpoint adalah Samsung (27%), Xiaomi (21%), Oppo (17%), Vivo (9%) dan Realme (8%).

Samsung masih berada di posisi puncak, meski pangsa pasarnya turun tipis

dibandingkan Q2-2018 yang mencapai 28%. Dengan demikian, sejak pertama kali merengkuh predikat market leader sejak 2012, chaebol Korea Selatan itu, masih tetap digdaya meski dikepung vendor-vendor China yang semakin agresif.

Baca juga: Counterpoint: Top 5 Brand Smartphone di Indonesia Q2 2019

Xiaomi tetap bertahan sejak mengambil alih posisi runner up dari Oppo dua tahun lalu. Justru pada periode ini, Xiaomi terlihat semakin bergigi karena market share vendor yang identik dengan harga murah itu, masih sebesar 19% pada Q1-2019. Sehingga terdapat kenaikan 2%.

Posisi ketiga tetap dikuasai oleh Oppo. Ini merupakan tahun kedua bagi Oppo berada di posisi tersebut.

Meski telah meluncurkan beragam produk, termasuk flagship Oppo F11, pencapaian Oppo rada menurun karena pada Q1-2019, market share Oppo masih 19%.

Di posisi keempat, terdapat perusahaan yang satu induk dengan Oppo di BBK Group (China), yaitu Vivo. Berbeda dengan Oppo yang belum lagi mampu meningkatkan market share, pencapaian Vivo cukup lumayan. Dalam periode ini, market Vivo memuai 3%.

 

Baca Juga :