IDENTITAS, IDENTIFIKASI DAN PENONTON

IDENTITAS, IDENTIFIKASI DAN PENONTON
IDENTITAS, IDENTIFIKASI DAN PENONTON

Tuntutan (claim) dapat diciptakan tanpa kata-kata. Tuntuan tersebut dapat dibuat melalui manipulasi obyek.
Iklan bekerja atas dasar identifikasi. Iklan hanya bekerja ketika kita mengidentifikasi apa yang direpresentasikan oleh imaji-imaji. Imaji-imaji itu mengkonstruksi kita, melalui hubungan kita dengan mereka (imaji-imaji)
Makna adalah interpretasi.

IDEOLOGI DAN KEKUATAN MAKNA TETAP
Makna tidaklah pernah dapat tinggal tetap (atau ditetapkan). Makna dapat berubah jika makna tidak dapat ditetapkan. Kuasa (power) terdiri atas memilih satu makna diantara banyak makna yang cocok dengan interes tertentu. Karena jika makna akan tinggal ‘tetap’ atau berubah tidak dapat digaransi maka makna dapat menjadi longgar dan berjerumbai. Tujuan dari kekuasaan (power), ketika mengintervensi (mengganggu) bahasa adalah untuk memberbaiki secara absolut. Itulah yang dilakukan oleh ideologi. Ambisi dari ideologi adalah untuk memperbaiki makna tertentu untuk gambaran (image) spesifik. Kekuasaan (power) dalam proses signifikansi selalu mempunyai tendensi untuk menutup bahasa, menutup makna dan memberhentikan alirannya.

MENENTANG STEREOTIP : GAMBARAN POSITIF
Stereotip menetapkan makna yang diberikan kepada kelompok-kelompok. Misalnya, gambaran orang kulit hitam yang terbatas, memberikan efek pada apa yang dipahami masyarakat mengenai orang kulit hitam dalam dunia nyata. Gambaran (images) memproduksi pengetahuan tentang bagaimana kita melihatnya direpresentasikan. Sehingga perjuangan untuk membuka praktik stereotip kadang adalah sebuah perjuangan untuk meningkatkan perbedaan, celakanya, semakin memperlihatkan identitas yang memungkinkan dari orang-orang yang belum direpresentasikan sebelunnya. Itulah politik gambaran (politics of the image). Ada kesulitan tersendiri ketika ingin membalikkan stereotip negatif tersebut, sebagaimana juga sulit untuk mempertahankan (atau memperbaiki) representasi positif.

MENANTANG STEREOTIP : MENGESAMPINGKAN IMAJI
Gambaran menaturalisasikan representasi. Praktik representasi itu sendiri melakukan naturalisasi representasi sampai anda tidak bisa melihat siapa yang memproduksi mereka. Gambaran-gambaran ini telah menyembunyikan proses representasi. Sehingga tampaknya seperti itulah realita yang terjadi. Sehingga mengarah pada praktik representasi ada beberapa pertanyaan terlontar antara lain:

1. darimana gambaran-gambaran ini datang ?
2. siapa yang memproduksi gambaran-gambaran tersebut ?
3. siapa yang dibungkam dalam produksi gambaran-gambaran tersebut ?

Menginterogasi praktik stereotip membuat mereka tidak dapat didiami (unihabitable), itu akan menghancurkan “kenaturalan dan kenormalannya”

MASA DEPAN REPRESENTASI
Representasi terbuka pada pengetahuan-pengetahuan baru untuk diproduksi dalam dunia, berbagai macam subyektivitas untuk dieksplor, dan dimensi baru makna yang tidak pernah menutup sistem kekuasaan yang sedang beroperasi.

Baca Juga :